Memandang Cinta

Memandang Cinta
adalah bagaimana
memandang Pencipta

Ketika aku sendiri
Dia selalu menemani

Saat aku tak berdaya
Dia terus menjaga
Sekalipun di malam gelap
Dia tidak pernah terlelap

Dikala aku mengecewakan
Dia itu sabar
Tiap aku butuh pertolongan
Dia itu murah hati
Sering aku bersalah
Dia itu bukan pemarah
Meski aku meragukan
Dia itu percaya

Aku mencari kebanggaan diri
Dia suka untuk melayani
Bila aku tidak setia
Dia tetap setia

Jika aku meminta
Dia selalu memberi

Kisah tentang Cinta
adalah membaca
kisah Sang Pencipta

Posted in Way of Faithfulness | Leave a comment

For Unto Us

It takes a moment of serenity
to see the things more clearly

I almost stumble
and lost my humble
It gets me frustrated sometimes
about how the life goes
I’m trying my best
but it produce weakness
the way people see me
even the loved ones

It appears to me that people being selfish
but I do not better
It really makes the heart empty
when we are in need
but to know others feel the same
and no one really cares
So then people fall deep
into the valley of darkness

Nevertheless,
that time of darkness and despair
will not go on forever
A light will shine
That’s what I’ve read
and I believe those Word

I search for evidence of light
and a song be sung to me
‘For unto us a child is born
Unto us a son is given’
That’s enlighten my heart

I know Him by His name
when I need guidance
He is a Wonderful Counselor
When I feel powerless
He is a Mighty God
When I feel alone
He is an Everlasting Father
When I trembled by fear
He is the Prince of Peace

He lead me not to judge
but to be humble
to learn when I am wrong
and to forgive if someone does
have patient when waiting
and faith if things goes different
to love when people don’t care
to pray so we all be safe

There’s so many things I don’t know
and it is a mystery for me
but I do have hope
and will be rejoice
for one thing I know
Unto us A child is born
Unto us A son is given

Posted in Way of Faithfulness | Leave a comment

Beautifully..

Dearest,

I thank God for the love He show
and how He makes our love grow
in each story of our life
in each event of our time

by him was made
beautifully..

There’s a lot of story to say
about the memories of our day
How our love find the way
for our heart to stay

That time you came in the morning
We listen to sermons while we seat
we share the foods as we eat
and you was happy and smiling

The next day you came
we spent all day together
It was late when you get home
we waved and smile each other

The other day we met
the weather fine’s and peace
the wind was blowing breeze
and we enjoy walking till sunset

All that time was so precious
and makes me wondering
how God is marvelous
and so amazing

He created our moment
beautifully..

I am so glad
sharing life and time with you
I am so blessed
having someone special like you

I am so grateful
each time I looked at you
I am so thankful
for God has made you

so beautifully..

Posted in Way of Faithfulness | 2 Comments

Patiently..

Dearest one,

today I’ve learned something important about love
and surely I want to tell you this
with smile and sincere

I won’t force the love
either hasten or slow it
I will be wait patiently
for it to grow and blossom from your heart
as the wise said
love will find its way

While hope for this
I will keep my heart
steadfast and pure
to you whom I pray
that you’re the only woman I love
and wanna be with
in this life
This only one life God given
I wanna share it with you

And may God be my witness
and see how I meant to say this
and to live out my word
because He sees all
and He work through me

May the day will come
just like He bring Eve to Adam
With His grace, love and faithfulness
may He bring us both together
to walk, to live for Him
and to love each other
in this only one life

I love you…

Posted in Poem | 1 Comment

Dalam lindungan Allah

Dalam sebuah obrolan kerja beberapa minggu lalu, saya mendengar seorang tua mengatakan demikian, “Saya saat ini bekerja di berbagai tempat dan itulah yang saya lakukan agar saya merasa aman untuk memenuhi kebutuhan saya. Jika pekerjaan yang satu lepas, saya masih punya pekerjaan lain sehingga saya tidak perlu khawatir. Seperti ketika kita naik bis, saya tidak meletakkan kedua tangan saya pada pegangan diatas. Hanya salah satu saja, dan satu tangan saya yang lain memegang pundak orang lain atau benda lain disekitar supaya jika pegangan diatas lepas, saya masih punya pegangan yang lain yang membuat saya tetap bertahan.”

Banyak orang yang saya temui, termasuk saya, yang ingin mencari rasa aman dan nyaman dalam hidup dengan mencari beberapa pegangan atau sandaran. Saya pikir banyak dari kasus tersebut muncul dari kekhawatiran akan kehilangan rasa aman yang ada dan jika saya boleh berasumsi terhadap perkataan orang tua tadi, sepertinya dia tidak percaya bahwa pegangan yang disediakan diatas bis itu cukup kuat untuk membuatnya tidak jatuh jika ia meletakkan kedua tangannya ke dalam pegangan itu.

Saya kemudian merenung dan mengajukan pertanyaan kepada diri saya, apa saja pegangan/sandaranmu dalam hidup? Seberapa aman peganganmu itu? Apakah peganganmu pasti kuat dan tidak akan lepas jika muncul goncangan yang hebat?

Saya mendapat jawaban lewat belajar dari pemazmur. Di kala begitu banyak orang takut dan mencari rasa aman lewat berbagai cara dan berbagai sandaran, pemazmur mendapatkan rasa aman nya ketika ia bersandar penuh dalam naungan Yang Maha Tinggi. Ia menjadikan Allah sebagai pegangan satu-satunya dalam hidup.
Ijinkan saya membagikan keyakinan iman pemazmur dan semoga ini juga dapat menjadi keyakinan kita semua yang percaya pada-Nya.

“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”
(Mazmur 91:1-11)

Posted in Way of Faithfulness | Leave a comment